28 10 2011

Paku itu masih ada disana
Tertancap dalam
Tepat ditengah
Darah yang mengering

Malam ini ia basah
Oleh air mata yang mengalir
Menahan perih
mengingat kata
dan kenangan
Yang terekam dengan apik
Dalam memori

Aku ingin menariknya
Membuangnya jauh
Keluar dari bawah sadarku
tapi tusukannya terlalu dalam
membuatku tak berdaya
membungkamku dalam diam

mungkin dia harus tetap ada disana
sebagai tanda
atau mungkin sebagai monumen
atau kah sebagai nisan
tentang rasa yang telah mati
dibunuh emosi dan prasangka

terkubur dalam asa
yang hilang tanpa jejak
bersama mimpi yang terhempas.

Ah, Tuhan…
Mungkin kah kematian itu
Akan melindungiku dari rasa sakit
Mungkinkah perih itu
Menguras habis air mataku
Sehingga aku tak lagi harus menangis
Menahan perih
Oleh kenangan
Yang tak lagi dapat ku tekan
Atau kusembunyikan dalam bawah sadarku.





26 10 2011

daddy….
I miss you so much !!!

I’ve play your favorite songs this evening
do you sing when I played this time ?..

I remembered you always asked me to play that song again and again
and you sang every words hearty..

I miss that moment very much.
my heart cried, feeling you’re here with me
today,
on the black day
when we’re separated
till His time comes..





10 10 2011

hello dreams, how are you?
how you’ve been going?..





8 10 2011

welcome oktober sickness..
the day we lost you dad.
the hurt of missing you still there.

five years look like yesterday
everything changes but my love grew stronger to you
even not always remembered you,
you’re still live on my heart.

I am here because all you’ve done well in your life
‘thanks’ couldn’t enough express my thankful to you.
thanks for being there
for being my dad
for being our protector all this time.

now you’re there
sleeping peacefully on His side.
watching us from up above

I am walking alone now
facing forward to be my self
fight to know who I am
search for meaning
what’s the purpose He gave me life

I’m looking forward to meet you
in heaven, dad…

Love you,
always..





5 10 2011

Tuhan, aku tak akan meminta apa pun.
even that dream.
biarkan semua nya hancur di bawah tangan-MU.

I will ask nothing from now on..

but one thing,
never let me go..
even when I fell down again and again on my sin
never let me down
and move too far from your feet.
let me live my life just by faith in You.

that’s all I ask,
from now on
till my life end
in eternity.

in Thy Thee Named I’ve prayed
Amen..





3 10 2011

What a home is (quotes from Ravi Zacharias, The Grand Weaver)

Lebih dari 30 tahun saya bepergian keliling, terbang dari satu tempat ke tempat yang lain di bumi ini.
Saya telah melihat begitu banyak hal, menikmati banyak hal, dihargai banyak dan menjadi teman banyak orang.
Saya telah melihat keindahan Taj Mahal, keagungan Pegunungan Swiss, luasnya lautan demi lautan.
Saya telah mencicipi makanan paling enak yang pernah dirasakan oleh lidah.
Saya telah mendengar banyak pujian dilimpahkan oleh tuan-tuan rumah kepada saya.
Saya tidak akan melupakan pengalaman-pengalaman yang menggembirakan ini.

Tapi tidak satupun yang dapat lebih menggetarkan hati saya daripada menjelang akhir sebuah perjalanan yang sukses dan tiba pada hari membereskan barang-barang bawaan saya dan menuju airport.
Artinya saya akan pulang ke rumah.

Rumah merupakan satu-satunya tempat di dunia dimana saya dapat menjadi diri saya sendiri dan diterima apa adanya.
Saya berharap menjadi ayah dan suami yang lebih baik. Kalau saya boleh mengulang hidup saya, maka saya akan mengubah beberapa hal yang saya telah lakukan dan katakan. Tapi walaupun saya menyesali kecerobohan serta kesalahan-kesalahan saya, semuanya itu tidak pernah dituduhkan kepada saya.

Rumah adalah tempat dimana saya bangun dan tidak harus tampak sempurna demi agar istri saya mengatakan, “Aku mencintaimu.”
Rumah adalah tempat dimana saya dapat menaikkan kaki saya dan menyandarkan kepala – bagaimana penampilan saya. Bahkan dalam keadaan yang kurang ideal, saya tetap mendapatkan ciuman dari istri serta menikmati kehangatan selagi ia menyelimuti saya.
Rumah berarti perhatian dan kehormatan yang diberikan kepada kita saat kita tidak berdandan dan lelah oleh tugas-tugas kita.

Rumah adalah tempat dimana saya dicintai apa adanya, bukan karena nama saya atau bagaimana saya berkhotbah atau buku-buku apa yang sudah saya tulis – tapi hanya karena diri saya sendiri.





3 10 2011

Sebuah panggilan adalah bagaimana Tuhan membentuk beban Anda dan bagaimana Ia membawa Anda untuk melayani-Nya di tempat serta pencarian yang Ia tentukan. Mencari tempat dimana Anda melayani Kristus adalah kunci untuk mengetahui benang mana yang Tuhan rancang hanya bagi Anda.

Ketika Anda menemukannya, tidak terhindarkan lagi maka Anda akan merasa seperti memakai sarung tangan yang pas bagi tangan Anda. Menemukan panggilan Anda memberikan Anda keamanan dalam mengetahui bahwa Anda menggunakan karunia serta kehendak Anda untuk kepentingan Tuhan terlebih dahulu, bukan kepentingan Anda.

Ketika Anda menyelaraskan kehendak Anda dengan kehendak Tuhan, panggilan-Nya bagi Anda telah mendapat tempat. Panggilan yang sejati dari Tuhan sedemikian menyentak jiwa Anda sehingga Anda tidak mungkin dapat melarikan diri, terlepas dari betapa tidak menariknya harga yang harus dibayar untuk mengikuti panggilan itu.

Dan apa yang menjadi titik mula bagi proses ini?
Alkitab berkata secara jelas : lakukan apa yang Anda tahu merupakan kehendak Tuhan, lalu perhatikan bagaimana Ia akan mempimpin Anda kepada apa yang Anda tidak ketahui sebelumnya. Anda adalah bait Allah, jadi hiduplah selayaknya sebuah bait Allah. Tuhan menegaskan panggilan-Nya sambil Anda menanggapi anggukan-Nya.

Qoutes from RAvi Zacharias, The Grand Weaver (Sang Penenun Agung)





3 10 2011

Di dalam bait Allah, pernah ada sebuah pengorbanan yang murni dan kekal
di persembahkan kepada Allah yang berdiam di dalamku.
Sebuah pengorbanan dari Allah kepada Allah.

Kini Kristus lahir didalam diriku
di Bethlehem baru
dan mengorbankan di dalam diriku sebuah Kalvari yang baru,
dan bangkit di dalamku;

Mempersembahkan aku kepada Bapa,
Di dalam Diri-Nya sendiri
Meminta kepada Bapa
Bapa-Nya dan Bapaku,
Untuk menerima aku
Kedalam Kasih-Nya
Yang kekal dan khusus.

Bukan kasih yang Ia miliki bagi semua hal yang ada
Karena sekedar mempunyai keberadaan
Adalah sekedar tanda penghargaan atas kasih Allah

Tapi kasih bagi ciptaan-ciptaan
Yang ditarik kepada-Nya
Di dalam serta kuasa kasih-Nya
Bagi diri-Nya sendiri..

-Thomas Merton- in Ravi Zacharias -The Grand Weaver,Pages 195.








Follow

Get every new post delivered to your Inbox.