28 10 2011

Paku itu masih ada disana
Tertancap dalam
Tepat ditengah
Darah yang mengering

Malam ini ia basah
Oleh air mata yang mengalir
Menahan perih
mengingat kata
dan kenangan
Yang terekam dengan apik
Dalam memori

Aku ingin menariknya
Membuangnya jauh
Keluar dari bawah sadarku
tapi tusukannya terlalu dalam
membuatku tak berdaya
membungkamku dalam diam

mungkin dia harus tetap ada disana
sebagai tanda
atau mungkin sebagai monumen
atau kah sebagai nisan
tentang rasa yang telah mati
dibunuh emosi dan prasangka

terkubur dalam asa
yang hilang tanpa jejak
bersama mimpi yang terhempas.

Ah, Tuhan…
Mungkin kah kematian itu
Akan melindungiku dari rasa sakit
Mungkinkah perih itu
Menguras habis air mataku
Sehingga aku tak lagi harus menangis
Menahan perih
Oleh kenangan
Yang tak lagi dapat ku tekan
Atau kusembunyikan dalam bawah sadarku.








Follow

Get every new post delivered to your Inbox.