14 01 2012

Lagi-lagi Ia membawaku memasuki badai..
Dadaku sesak, mataku buta
Tak bisa melihat apapun
Selain kabut tebal
Ya, aku kehilangan arah.

Tuhan..
Aku tak mau disini
Aku tak mau melewati badai ini
Badanku mengigil menahan dingin
Berusaha menepis angin malam
Mencoba mencari setitik cahaya diantara gelap dan kabut

Tuhan..
Cukup sudah!
Aku tak mau ada disini!
Aku ingin pulang,
Aku ingin tetap ada disana
Bersama mereka
Menikmati hari dengan nyaman dalam riuh tawa mereka

Dengan lembut Dia berbisik
Anakku, kau pernah berkata
Bahwa hidup bukanlan tentangmu
Hidupmu adalah tentang -Ku
Aku membawamu keluar dari rasa nyaman itu
Karna itu bukan bagian yang terbaik dari hidupmu

Mari, berjalan melewati badai ini bersama-Ku
Percayalah, tangan-Ku cukup panjang untuk menggapaimu
Genggaman-Ku cukup kuat untuk menarikmu ketika kau terjatuh
Mari pegang tangan-Ku..
Percayalah,
Jerih payahmu tak akan sia-sia didalam-Ku.

Advertisement

Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Follow

Get every new post delivered to your Inbox.