Lagi-lagi Ia membawaku memasuki badai..
Dadaku sesak, mataku buta
Tak bisa melihat apapun
Selain kabut tebal
Ya, aku kehilangan arah.
Tuhan..
Aku tak mau disini
Aku tak mau melewati badai ini
Badanku mengigil menahan dingin
Berusaha menepis angin malam
Mencoba mencari setitik cahaya diantara gelap dan kabut
Tuhan..
Cukup sudah!
Aku tak mau ada disini!
Aku ingin pulang,
Aku ingin tetap ada disana
Bersama mereka
Menikmati hari dengan nyaman dalam riuh tawa mereka
Dengan lembut Dia berbisik
Anakku, kau pernah berkata
Bahwa hidup bukanlan tentangmu
Hidupmu adalah tentang -Ku
Aku membawamu keluar dari rasa nyaman itu
Karna itu bukan bagian yang terbaik dari hidupmu
Mari, berjalan melewati badai ini bersama-Ku
Percayalah, tangan-Ku cukup panjang untuk menggapaimu
Genggaman-Ku cukup kuat untuk menarikmu ketika kau terjatuh
Mari pegang tangan-Ku..
Percayalah,
Jerih payahmu tak akan sia-sia didalam-Ku.

Recent Comments